Kumpulan Hadits Tentang Dinar dan Dirham

Dalam sejarah Islam dinar dan dirham bukan hanya dipandang sebagai mata uang atau alat tukar semata, namun juga telah menjadi bagian yang tak terpisahkan sebagai sarana untuk menegakkan syariat dalam ber-muamalat, sebagai perhitungan zakat, diyat (denda), hudud, infaq dan shodaqoh.


Muamalat dengan dinar
Ilustrasi: Muamalat di masa Rasulullah

Berikut adalah kumpulan Hadits Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam terkait dinar dan dirham serta kedudukannya dalam syariat Islam.



1. Dinar & Dirham dalam Perhitungan Zakat
Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Jika engkau memiliki 200 dirham dan telah melewati 1 tahun (haul), maka zakatnya adalah 5 dirham dan engkau setelah itu tidak ada kewajiban apapun atas 200 dirham tersebut; Sampai engkau memiliki 20 dinar dan telah melewati masa 1 tahun, maka zakatnya adalah ½ dinar. Adapun kelebihan dirham atau dinar, maka patokannya adalah seperti tersebut di atas.” (HR. Abu Daud)
Dan diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Tidak ada kewajiban zakat pada wariq/perak yang kurang dari 5 uqiyah (1 uqiyah berjumlah 40 dirham)”. (HR. Bukhari II/529 no. 1390, dan Muslim II/675 no. 980)

Hadits ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya yang bernama ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash Bahwasanya seorang wanita mendatangi Rasulullah dan bersama putrinya yang mengenakan dua gelang emas yang tebal di tangannya, maka Rasulullah berkata kepadanya: “Apakah engkau telah membayarkan zakatnya?” Wanita itu menjawab: “Belum.” Rasulullah berkata: “Apakah menggembirakan dirimu bahwa dengan sebab dua gelang emas itu Allah akan memakaikan atasmu dua gelang api dari neraka pada Hari Kiamat nanti?” Maka wanita itu pun melepaskan kedua gelang itu dan memberikannya kepada Nabi Muhammad seraya berkata: “Keduanya untuk Allah dan Rasul-Nya.” (Hadits Riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i).

2. Dinar & Dirham dalam Hudud
Sulaiman bin Daud Al Hasyimi telah mengabarkan kepada kami, dan Ibrahim bin Sa’ad telah mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari ‘Amrah binti Abdurrahman, dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tangan dipotong karena mengambil sesuatu yang nilainya seperempat dinar atau lebih.” (Hadits Riwayat Ad-Darimi).
Dari ‘Aisyah, bahwa Nabi Muhammad Shallalâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tangan pencuri tidak dipotong di zaman Rasulullah jika telah mencapai senilai harga perisai.” (Hadits Riwayat Bukhori).

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, bahwa Nabi Muhammad Shallalâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Aku (Rasulullah) memotong tangan pencuri karena mencuri perisai yang harganya 3 dirham” (Hadits Riwayat Bukhori).

3. Dinar & Dirham dalam Muamalat
Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar, “’Umar bin Al-Khattab memberi nama untanya bukhti untuk qurban. Ada yang menawar 300 Dinar untuk unta ini. Ia datang kepada Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam dan berkata : “Ya Rasulullah, unta saya bukhti yang saya niatkan untuk qurban ditawar 300 Dinar. Bolehkah saya jual kemudian saya membeli unta lain dengan uang tersebut ? Jangan, qurban kan saja yang ini.” (Hadits Riwayat Abu Dawud).
Diriwayatkan dari ‘Urwa: “Bahwa Nabi Muhammad memberinya satu dinar emas untuk membeli domba untuk beliau. ‘Urwa membeli dua ekor domba untuk beliau dengan uang tersebut. Kemudian dia menjual satu ekor domba seharga satu dinar, dan membawa satu Dinar tersebut bersama satu ekor dombanya kepada Nabi. Atas dasar ini Nabi berdoa kepada Allah untuk memberkahi transaksi ‘Urwa. Sehingga ‘Urwa selalu memperoleh keuntungan (dari setiap perdagangannya) – bahkan seandainya dia membeli debu”. (Di riwayat lain) ‘Urwa berkata: “Saya mendengar Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam berkata, “Selalu ada kebaikan pada kuda sampai hari kiamat”. (Periwayat lainnya lagi menambahkan “saya melihat 70 ekor kuda di rumah ‘Urwa.”) ( Sufyan berkata, “Nabi menyuruh ‘Urwa untuk membeli domba untuk beliau sebagai hewan qurban”.) (Hadits Riwayat Bukhori).

Rasululullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda: Emas dengan emas, perak dengan perak, ….harus sama takarannya, dan tunai. Jika ada kelebihan berarti riba. Adapun jika berbeda sifatnya maka juallah sesuai kehendakmu asal dilaksanakan tunai. (Hadits Riwayat Shahih Muslim).

‘Ubadah bin Shamit, Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (dengan syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai – dari tangan ke tangan. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai dari tangan ke tangan.” (Hadits Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibn Majah).
‘Utsman bin ‘Affan Radhiyallâhu ‘Anhu berkata Nabi Muhammad Shallalâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Jangan kalian menjual satu dinar dengan dua dinar jangan pula satu dirham dengan dua dirham.” (Hadits Riwayat Muslim).
Al-Bara` bin ‘Azib dan Zaid bin Arqam Radhiyallâhu ‘anhum berkata: “Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam melarang jual beli emas dengan perak secara hutang.” (Hadits Riwayat Muslim).
Dari Aiman Radhiyallâhu ‘Anha berkata: “Saya masuk ke rumah Aisyah, di situ ada baju perempuan yang terbuat dari benang seharga lima dirham. Kata Aisyah: “Lihatlah sahaya perempuanku, perhatikanlah dia! dia merasa megah karena memakai pakaian itu dalam rumah. Saya pernah memakai baju itu pada masa Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam. Setiap wanita yang ingin berdandan di Madinah, selalu mengirimkan utusannya kepadaku buat meminjamnya”. (Hadits Riwayat Bukhori).

4. Dinar & Dirham dalam Infaq dan Shodaqoh
Dari Abu `Abdullah (ada yang memanggil Abu `Abdurrahman) Tsauban bin Bujdud pelayan Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam berkata, Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Dinar yang paling utama adalah dinar yang dinafkahkan seseorang untuk sekeluarganya, dinar yang dinafkahkan untuk kendaraan atau keperluan di jalan Allah, dan dinar yang dinafkahkan untuk membantu kawan seperjuangannya di jalan Allah”. (Hadits Riwayat Muslim).
Dari Abu Hurairah Radhiyallâhu ‘Anhu. berkata, Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Satu dinar yang kamu nafkahkan pada jalan Allah, satu dinar yang kamu nafkahkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang kamu berikan kepada orang miskin dan satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu maka yang paling besar pahalanya yaitu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu”. (Hadits Riwayat Muslim).
Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tidak ada seorang pun pemilik emas dan perak yang tidak menunaikan haknya, kecuali pada hari kiamat nanti dibuatkan untuknya lempeng-lempeng yang terbuat dari emas dan perak mereka sendiri bagaikan api. Kemudian lempeng-lempeng itu dipanaskan dalam neraka jahannam dan dengannya diseterikalah lambung, dahi, dan punggungnya. Setiap kali tubuhnya menjadi dingin kembali azab itu pun diulangi kembali atasnya. Demikianlah azab yang diterimanya pada hari yang lamanya sebanding dengan 50.000 tahun, hingga ada keputusan atas hamba-hamba Allah, maka dia pun melihat jalannya menuju surga ataukah menuju neraka.” (Hadits Riwayat Muslim).

5. Dinar & Dirham dalam Masalah Hutang
Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih).

6. Dinar & Dirham di Akhir Zaman
Abu Bakar ibnu Abi Maryam meriwayatkan bahwa beliau mendengar Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda, ”Masanya akan tiba pada umat manusia, ketika tidak ada apapun yang berguna selain dinar dan dirham.” (Masnad Imam Ahmad Ibn Hanbal).

Wallahu a’lam bis-showab.

Download aplikasi emas paydinar di google playstore, atau klik link dibawah:
Aplikasi Tabungan Emas Syariah Paydinar
Aplikasi Tabungan Emas Paydinar

Baca juga :
Terlama