Filosofi dan Arti Logo Paydinar



Logo burung, pada paydinar terinspirasi dari kisah burung Ababil dan burung Hud-Hud yang diabadikan di dalam Al-Qur'an.

Burung Ababil menggagalkan Abrahah dan pasukan gajah yang ingin menghancurkan Ka'bah. Dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala, pasukan gajah Abrahah dikalahkan oleh burung Ababil.

"Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong. Yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar. Sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat)." (QS. Al-Fiil: 1-5)

Kisah burung Hud-Hud.

Ketika Nabi Sulaiman mengumpulkan para tentaranya yang terdiri dari bangsa jin,  manusia, hewan, serta burung-burung, ternyata Hud-Hud tidak hadir. Alangkah terkejut dan marahnya beliau saat tau Burung Hud-Hud pergi tanpa pamit.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
"Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa Aku tidak melihat hud-hud. Apakah dia termasuk yang tidak hadir." (QS. An-Naml: 20)

Nabi Sulaiman pun mengancam akan memberikan hukuman pada burung Hud-Hud jika ia kembali. Hukuman itu berupa akan dicabuti bulu-bulunya hingga tak bisa terbang, atau mati disembelih. Namun, jika Hud-Hud dapat menjelaskan alasan kepergiannya dengan benar, maka ia akan diampuni.

Beberapa waktu kemudian, burung Hud-Hud datang ke hadapan Nabi Sulaiman. Burung Hud-Hud membawa berita dari negeri Saba (Yaman) ke Kan'an (Kerajaan Nabi Sulaiman) yang jaraknya 1500 mil, sekitar 2400 km. Burung Hud-Hud menyampaikan kesedihannya ketika melihat ada negeri Saba yang makmur dipimpin seorang Ratu cantik, bernama Ratu Balqis, yang justru tidak menyembah Allah Subhanahu wa Ta’ala, malah menyembah matahari.

Namun demikian, Nabi Sulaiman tidak serta merta percaya begitu saja. Untuk membuktikannya, Nabi Sulaiman memberi tugas pada burung Hud-Hud mengantarkan surat ke Ratu Balqis, yang isinya seruan dakwah, yaitu ajakan untuk menyembah Allah Subhanahu wa Ta’ala saja. 

Akhirnya burung Hud-Hud dengan ikhlas kembali lagi terbang menempuh perjalanan yang sangat jauh, panas, menuju negeri Saba. Namun, tak cukup sampai disana, burung Hud-Hud justru memastikan surat Nabi Sulaiman dibaca oleh Ratu Balqis dan menunggu reaksi Ratu Balqis. Singkat cerita, berkat peran burung Hud-Hud, akhirnya Ratu Balqis memperoleh hidayah, menyambut seruan dakwah Nabi Sulaiman Alaihis Salam , menyembah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hud-Hud juga pernah mengambil peranan dalam terpadamnya api yang membakar Nabi Ibrahim Alaihis Salam. Dikisahkan bahwa Hud-Hud sibuk terbang kesana kemari mencari sumber air. Ketika ia temukan sumber air, maka dengan paruhnya yang mungil, dibawanya air dan disiramkannya ke kobaran api. Hingga atas izin Allah Subhanahu wa Ta’ala, api itu padam.

Filosofi logo burung emas

Lambang burung yang terbuat dari emas, memiliki makna untuk menjadikan harta sebagai sarana dakwah dijalan Allah dan amar makruf nahi mungkar sebagaimana kisah burung Ababil dan burung Hud-Hud diatas.



Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
"Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (QS. At-Taubah: 35)


Arti Tulisan Paydinar

Kata Pay berasal dari bahasa Inggris yang berarti bayar, dan huruf Pay ditulis dengan warna hijau karena hijau merupakan warna kesukaan Rasullullah. Annas bin Malik mengatakan, “Warna yang paling disukai oleh Rasulullah Shalallahu'Alaihi Wasallam adalah hijau.”

Sedangkan kata Dinar berwarna emas karena melambangkan harta atau emas itu sendiri.

Hal ini memiliki makna untuk menjadikan paydinar sebagai alat pembayaran yang disukai oleh Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam. Yakni yang terbebas dari riba.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Dan Allah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba”. (QS. Al-Baqarah : 275)

Selain itu Hijau dan emas juga merupakan pakaian penduduk surga.

"Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga 'Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya, dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah." (QS. Al-Kahfi: 31)

Download aplikasi emas paydinar di google playstore, atau klik link dibawah:
Aplikasi Tabungan Emas Syariah Paydinar
Aplikasi Tabungan Emas Paydinar

Baca juga :
Terbaru